Sejarah Pemerintahan San Fransisco Dan Walikota Kulit Hitam Pertama                                  

Sejarah Pemerintahan San Fransisco Dan Walikota Kulit Hitam Pertama                                

Tidak ada negara di dunia yang menggunakan lapisan multikulturalnya lebih mencolok daripada Amerika Serikat, khususnya California. Para pemimpinnya percaya bahwa mereka memimpin negara Firdaus yang progresif. Ketika terjadi kasus pembunuhan brutal terhadap warga sipil kulit hitam oleh oknum dari kepolisian, yaitu kasus George Floyd di Minneapolis, Eric Garcetti selaku walikota Los Angeles mengumumkan rencananya untuk “menggunduli” kepolisian, begitu juga dengan walikota San Fransisco, London Breed.

Sejarah Pemerintahan San Fransisco maupun kota lainnya di Amerika Serikat, mereka tidak memiliki petinggi di pemerintahan yang berasal dari kaum minoritas seperti kulit hitam (Afrika – Amerika) ataupun kaum minoritas lainnya. Namun sejak beberapa tahun yang lalu, akhirnya Amerika memiliki Presiden pertama berkulit hitam. Dan sejak saat itu lah kaum minoritas mulai mendapatkan perhatian di seluruh Amerika Serikat. Akan tetapi rasisme terhadap kaum minoritas tetap terjadi, seperti yang terjadi pada kasus George Floyd.

Sejarah Pemerintahan San Fransisco Amerika Dan Kulit Hitam

Sejarah Pemerintahan San Fransisco Dan Walikota Kulit Hitam Pertama                                  

Rasisme yang terjadi di Amerika Serikat begitu buruk, bahkan sejak tahun 1990 warga kulit hitam Los Angeles turun menjadi setengahnya. 5% penduduk San Fransisco kulit hitam, turun sebanyak 13% dari 40 tahun yang lalu. Beberapa survei menyebutkan bahwa sekitar 58% warga kulit hitam keturunan Afrika – Amerika mengatakan berniat untuk meninggalkan Amerika Serikat, dan sekitar 45% warga keturunan Asia – Amerika dan Latin turut mempertimbangkan dirinya pindah. Penduduk California mungkin menghargai keanekaragaman, namun mereka juga mengetahui bahwa Amerika Serikat semakin tidak ramah terhadap mereka, keluarganya dan kaumnya.

Sekitar 30 tahun yang lalu atau lebih, Biro Referensi Penduduk memprediksi California akan menciptakan ekonomi dua tingkat dengan populasi kulit putih serta keturunan Asia yang lebih makmur, dengan populasi masyarakat Latin serta Afrika – Amerika yang sebagian besar miskin. Bukannya mencari cara untuk meningkatkan kesempatan bagi pekerja kelas biru untuk kaum minoritas, negara malah memberlakukan peraturan bisnis yang semakin ketat. Seperti itulah sejarah pemerintahan San Fransisco dan California yang tidak pernah memihak kaum minoritas.

Saat ini California yang didalamnya termasuk San Fransisco berada dalam peringkat 49 secara nasional mengenai banyaknya siswa miskin di daerahnya yang mana ternyata sebagian besarnya merupakan kaum minoritas. Bahkan San Fransisco memiliki skor terburuk di seluruh negara bagian sebagai sebagai kota yang buruk untuk siswa kulit hitam. Setengah dari keseluruhan siswa Sekolah Menengah di California hampir tidak dapat membaca, walaupun Lembaga Pendidikan telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung kaum minoritas. Apabila sistem Pendidikan tidak berubah, maka siswa Afrika – Amerika di California termasuk San Fransisco akan menghadapi masa depan yang tak pasti akibat minimnya tingkat pendidikan kaum minoritas.

Walikota Kulit Hitam Pertama San Fransisco

sejarah pemerintahan san fransisco

Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan San Fransisco, kota tersebut dipimpin oleh seorang kulit hitam, di tengah-tengah penduduk Afrika – Amerika yang terus menurun tersebut. Perjalanan London Breed sebagai perempuan kulit hitam pertama yang menjadi walikota San Fransisco sangatlah luar biasa ketika mengingat bahwa ia besar dalam kemiskinan di pemukiman sosial.

Ia mendapatkan keunggulan suara sedikit di atas 50%, ia merasa sangat terhormat dapat terpilih menjadi walikota San Fransisco. Dengan kemenangannya, London Breed menjadi satu-satunya perempuan, bukan hanya sebagai perempuan berkulit hitam yang menjadi walikota di antara 15 kota besar lainnya di Amerika Serikat. Saat ini San Fransisco sedang bergulat untuk membuat kota nya menjadi lebih baik, ada banyak sekali tunawisma yang memenuhi  jalan-jalan dan membuatnya seperti pemukiman kumuh negara berkembang, hal tersebut akibat dari ledakan harga properti yang akhirnya membuat keluarga pekerja akhirnya tersingkir dan pindah ke luar kota.

Sebelum London Breed menjadi walikota San Fransisco, ia pernah menjabat sebagai ketua Dewan Pengawas di Badan Legislatif Pemerintah Kota San Fransisco. Ia juga pernah menjabat sebagai walikota pengganti ketika Ed Lee meninggal pada bulan Desember lalu sebelum akhirnya ia menjadi walikota secara definitif. Dan sebenarnya London Breed bukanlah wanita pertama yang menjabat sebagai walikota di San Fransisco, sebelumnya di tahun 1978 sudah pernah ada walikota perempuan yang bernama Dianne Feinstein. Sehingga London Breed merupakan walikota perempuan keturunan Afrika – Amerika pertama.

London Breed akan memimpin San Fransisco yang hanya memiliki 5% penduduk berketurunan Afrika – Amerika yang mana sebagian besarnya tinggal di pemukiman sosial. Ia mengatakan bahwa keluarganya telah hidup dalam kemiskinan, ketika kekerasan tidak pernah jauh dari hidupnya. Bahkan saking miskinnya, keluarganya menggunakan toples mayonnaise bekas sebagai gelas untuk minum. Kakaknya pun meninggal di tahun 2006 akibat overdosis narkoba, dan kakaknya yang lain di penjara. Sehingga tingkat ekonomi yang rendah dan kriminalitas yang tinggi sudah menjadi kehidupan biasa bagi kaum minoritas yang ada di San Fransisco.