Sejarah Penduduk San Fransisco: Etnis Cina Di San Fransisco

Sejarah Penduduk San Fransisco: Etnis Cina Di San Fransisco

Perayaan Imlek atau yang disebut juga tahun baru Cina menjadi salah satu hari penting yang dirayakan oleh masyarakat Amerika etnis Cina atau warga keturunan Cina yang tinggal di Amerika Serikat. Berbagai festival bernuansa Cina disuguhkan, seperti pertunjukan musik tradisional, tari naga, berbagai angpao dan kuliner khas Cina.

Festival-festival seperti diadakan di setiap kota yang ada di Amerika Serikat, termasuk di San Fransisco khususnya di China Town. Acara tersebut selalu menyedot perhatian orang-orang untuk menonton kemeriahan festival tersebut. Seperti yang terjadi di tahun 2018 silam ketika kemeriahan parade perayaan Imlek yang menyuguhkan pertunjukan musik tradisional, kendaraan hias dan juga tari naga sepanjang 87 meter dengan 41 orang yang diiringi dentuman drum dan simbal. Biasanya, bertepatan dengan perayaan Imlek juga ada ajang atau kompetisi Miss Chinatown USA yang diselenggarakan di kota San Fransisco sejak tahun 1953.Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai komunitas Cina yang ada di Amerika Serikat. Pemenangnya nanti akan menjadi perwakilan komunitas Cina – Amerika dan menjadi duta besar untuk mempromosikan budaya serta warisan Cina.

Begitu meriahnya berbagai perayaan bernuansa Cina di Amerika Serikat, khususnya San Fransisco menunjukkan sejarah penduduk San Fransisco khususnya etnis Cina. Dalam artikel ini akan dijelaskan seperti apa sejarah kedatangan etnis Cina di San Fransisco.

Chinatown Di San Fransisco

sejarah penduduk san fransisco

Hampir di setiap kota di Amerika Serikat pasti memiliki Chinatown, termasuk San Fransisco yang berada di Grant Avenue dan juga di Stockton Street. Chinatown tersebut merupakan pecinan tertua yang ada di Amerika Utara, bersebelahan dengan Chinatown yang ada di Manhattan. Sejak didirikan tahun 1848, Chinatown San Fransisco memiliki pengaruh serta kepentingan tinggi dalam sejarah penduduk San Fransisco dan budaya imigran Tionghoa di Amerika Utara.

Pecinan atau Chinatown merupakan sebuah enclave yang mempertahankan bahasa, adat istiadat, klub sosial, tempat ibadah dan identitasnya. Di dalam Chinatown San Fransisco juga terdapat dua buah rumah sakit, kantor pos, taman dan lapangan, serta infrastruktur lainnya. Walaupun pecinan menjadi tempat tinggal yang dipilih oleh etnis Tionghoa di Amerika karena familiaritas budaya, pecinan juga menjadi tempat wisata utama di San Fransisco, bahkan jumlah pengunjungnya lebih banyak daripada Jembatan Golden Gate.

Sejarah Penduduk San Fransisco: Keturunan Cina – Amerika

sejarah penduduk san fransisco

Warga Cina yang mayoritas berasal dari Zhongshan, Taishan dan Guangdong tiba di San Fransisco ketika puncak Demam Emas California muncul dan banyak orang-orang yang bekerja di tambang. Pecinan merupakan salah satu wilayah yang memungkinkan orang Tionghoa untuk tinggal. Mayoritas yang tinggal di pecinan adalah pemilik restoran dan pekerja upah. Namun juga tidak sedikit yang mendapatkan pekerjaan di Jalur Kereta Lintas Benua dan di perusahaan besar lainnya. Imigran Cina maupun imigran lainnya, ketika datang ke San Fransisco awalnya bekerja sebagai pekerja tambang ataupun pencari emas independen dan berharap menjadi kaya dengan cepat ketika Demam Emas California terjadi.

Pada sejarah penduduk San Fransisco etnis Tionghoa, kebanyakan imigran Tiongkok yang datang adalah para pria yang mencari pekerjaan, namun lama kelamaan wanita-wanita Cina juga melakukan perjalanan ke Amerika. Salah satu wanita Cina pertama yang melakukan imigrasi adalah Marie Siese di tahun 1848 yang kemudian bekerja di rumah Charles V. Gillespie. Hanya dalam hitungan bulan setelah Marie Siese datang ke San Fransisco, Demam Emas California muncul dan mendatangkan calon penambang dari seluruh dunia.

Pelayaran Samudra ke Amerika Serikat tidak hanya menawarkan peluang menarik namun juga mendatangkan potensi bahaya terutama bagi wanita yang bepergian jauh. Pelayanan imigran Cina menggunakan Pacific Mail Steamship Company dan juga Canadian Pacific Steamship Company. Kemudian pada tahun 1892 undang-undang federal (Geary Act) muncul untuk memastikan imigran yang masuk harus memiliki sertifikat. Peraturan tersebut muncul akibat kondisi transportasi tidak higienis serta sulitnya mendapatkan makanan selama perjalanan membuat kesehatan pada imigran menurun. Perjalanan yang tidak higenis ini menjadi salah satu yang berkontribusi dalam wabah Bubonic.

Berbeda dengan pria Tionghoa di San Fransisco yang bebas pergi kemana saja dan bekerja, wanita Tionghoa bepergian menjadi pemandangan yang aneh, mereka jarang terlihat di depan umum. Kebanyakan wanita Tionghoa menjadi pekerja seks. Karena hal tersebut muncullah undang-undang di tahun 1854 untuk menutup “rumah-rumah tidak dikenal”. Kemudian di tahun 1873 tingkat pengangguran meningkat dan menimbulkan ketegangan rasial yang menyebabkan kerusuhan ras. Pada masa-masa ini tingkat kriminalitas meningkat. Beberapa “sindikat” yang anggota-anggotanya adalah orang Tionghoa melakukan penyelundupan, prostitusi dan juga perjudian. Untuk mengatasi tingkat kriminalitas yang tinggi dibentuklah Consolidated Chinese Benevolent Association sebagai sarana untuk menyatukan suara komunitas. Pimpinannya adalah pemimpin pedagang Tionghoa untuk mewakili warga Tionghoa di depan komunitas bisnis di San Fransisco.